Koperasi Syariah dan Koperasi Konvensional

Home / Artikel / Koperasi Syariah dan Koperasi Konvensional

Di era global sekarang ini, koperasi syariah adalah perlu rasanya kita untuk memahami lebih dalam tuntunan syariah mengenai cara kita melakukan muamalah dengan sesama kita. Banyak cara dilakukan guna memperloah keuntungan dengan membuan sistem-sistem yang berlandaskan fikiran kita namun sadar atau tidak kita sering melpakan aspek penting yaitu aspek hukum syariah islam terutama mengenai sistem kopersi syariah dan sistem koperasi konvensional agar kita lebih hati-hati dalam mengambil sikap muamalah.

Baca juga : KOPERASI SYARIAH PESANTREN ENTREPRENEUR, BANGKITKAN EKONOMI UMAT

Kedua istilah di judul “Antara Koperasi Syariah dan koperasi Konvensional” terdiri dari 2 suku kata yaitu ‘koperasi’ ,dan kata yang mengikutinya yaitu ‘syariah’, dan ‘konvensional’. Dari segi susunan katanya sudah sangat jelas perbedaanya yaitu syariah dan konvensional. Secara umum kata syariah adalah istilah yang digunakan dalam tatanan keislaman untuk menjelaskan bahwa hukum itu telah di tetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sedang konvensional adalah kata serapan dari bahan inggris yaitu ‘conventional’ artinya sesuai dengan adat kebiasan yang ada.

koperasi syariah pesaantren entrepreneur

Yang menarik dari konvensional adat atau kebiasaan itu pada banyak aspek berkiblat pada sistem bank dari barat seperti penerapan bunga, denda keterlambatan, denda pinalti, penipuan (gharar), money game ,bahkan penagihan dengan cara kasar. Hal ini lah yang membuat sistem konvensional bertetangan dengan sistem syariah. Sedang sistem syariah saat ini Alhamdulillah telah mendominasi dan telah diterapkan di banyak bank dan koperasi di Indonesia. Mayorita muslim menjadi lebih yakin untuk ikut serta dalam sistem itu. Meskipun masih banyak kekurangan di beberapa aspek misalnya masih melibatkaan pola BIchecking yang notabene arahnya adalah sistem konvensional juga.

Baca juga :  Koperasi Syariah Pesantren Entrepreneur, Bangkitkan Ekonomi Umat

Meskipun begitu, ini adalah bentuk ikhtiyar kita untuk mencari keridhaan Allah SWT dan merupakan kewajiban kita untuk melaksakan hukum-Nya. Semoga dengan iktiyar ini menjadi wasilah kita untuk membangkitkan peradaban islam di muka bumi khususnya di Indonesia. Bahkan di  negara-negara besar seperti Turki, Brunei Darusslaam, Rusia, bahkan Amerika telah terwarnai dengan sistem syariah, Alhamdulillah.

Pada tahun 1992, dengan kemunculan BMT (Baitul Maal Tanwil) Bina Insan Kamil di Jakarta, perbincangan mengenai koperasi syariah mulai marak. Hal ini dikarenakan suksesnya BMT Bina Insan Kamil memberikan warna baru bagi perekonomian, utamanya bagi para pengusaha mikro. Sejak saat itu, wacana mengenai koperasi syariah mulai mendapatkan perhatian yang cukup besar di dalam masyarakat. Daan Semoga bisa terus berkembang dengan koperasi syariah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *